Don’t shoot what it looks like. Shoot what it feels like. – David Alan Harvey

Kopi O

salam.

Since from zaman saya kecik kecik even sebelum tadika, tiap tiap pagi saya minum kopi-o. Bagi saya tiada aroma yg lebih fresh selain dari aroma kopi-o panas yg menanti dalam teko yg berasap menanti utk dituang dalm chawan lama seramik old skool retak seribu tu.

Kena pulak cicah dengan roti benggali ( that is what we call fresh baked bread in Penang) . Takpun dengan roti canai yg baru dibeli kat kedai mamak depan rumah.

Memang lah ia terbaek. The best way to jump start a new day.

Kopi yang dibancuh oleh nenek saya , memang originally bikin sendiri oleh my family since dulu. Ada lagi our kedai kopi di Bukit Mertajam tu dijaga oleh my uncles. Selain biji kopi yg dijual- also avalaible ia the ever popular home made kaya – adunan terbaek utk disapu pada permukaan roti bakar ( pakai arang) yg sedikit hangus.

Menitik air liur teringat balik.

Kerinduan pada kopi-o dan roti bakar dan suasana kopitiam sekarang ni agak boleh diubati. Ada banyak nama rupa lokasi kompitiam yang ada sekarang.

Last week, saya lepak singgah di hentian R & R Sg Buloh and cari kopi-o yang dirindui . Gambar amek pakai Iphone apps Leme Leme.

Personally, (tak semestinya pakai Iphone) – pemakaian phone camera dalam keadaan limited n fixed zoom akan memaksa saya berfikir mencari komposisi🙂 Dan saya personally sekarang ni target uk gradually improve my composition.

Jom kopi-o !

20110624-103210.jpg

20110624-103237.jpg

Alhamdulillah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s